Pada suatu ketika aku tertidur.
Kopi sudah ku minum, doa sudah ku baca.
Alhamdulillah.
Berbaring, berbantal, tubuh tersandar kasur beralaskan pegal.
Zzzz... Mati sebentar, tak sadar sedang melayang.
Hidup kembali, berhembus nafas. Lega tubuh ini sudah disayang.
Aktivitas kisah yang terkasih dimulai.
Jatuh, cinta berkali-kali membuat hidup lebih terlatih.
Tidak berpura-pura, perjalanan nasib sering menjadi yang terbaik. Menurut Kita Tidak.
Ndas mumet, pikiran ruwet, disampaikan pada suatu ketika. Sehingga tak lupa ada pesan dan kesan dalam perjalanan nasib.
Kasihan kasur, harus menahan pegal. Oh ya.
Pada Suatu yang lain. Terimakasih.
-- sama-sama.