Sudah jangan berusaha, buat apalagi ketika mengejar apapun yang diingin pasti akan lepas.
Iya mungkin ini dinamakan hukum timbal balik. Untuk itu aku tidak mengejar sesuatu bernama perempuan. Mereka datang, sedang aku tidak siap untuk semuanya. Sampai aku berkata inikah yang dinamakan perempuan-perempuan bandem?.
Aku disini tetap akan menjadi aku bukan berubah menjadi kita untuk berhubungan dan ikatan yang mengikat. Karena memang aku tidak siap untuk memberikan janji-janji untuk membahagikan perempuan perempuan yang mengatakan suka.
Begini ketika aku mengatakan semua keburukan yang pernah kualami pasti akan berubah setelah kukatakan, mungkin tidak terima atau bisa saja langsung membenci. Aku memang benar tidak tau mana yang salah. Ya mudah ceritamu yang salah..
Apa kalian tidak jengkel ketika membaca ini, pasti itu. Sebab ada saja yang berbeda dari hidup. Ketika aku didatangi perempuan-perempuan untuk memgatakan suka, ada yang membalik dengan mengatakan suka pada perempuan-perempuan ini.
Harus dengan apa untuk memutuskan dalam memilih. Ya pasti jawabnya dengan perasaan. Tapi ketika terjadi memilih pasti dengan apa yang terjadi saat itu ketika merasa nyaman..
Akhirnya perempuan-perempuan lebih memilih yang nyaman ketika saat itu juga. Tidak ada yang salah, yang salah itu ketika menolaknya. Jadi salahkan saja aku.
Disini banyak kebohongan yang kulakukan, banyak cerita-cerita yang kubuat seperti halny membuat puisi romansa ketika kuberikan kepada siapa saja yang memesannya.
Begini puisinya.
Aku Mencintaimu,
Perempuanku mencintainya.
Ya sudah, biarkan saja.
Kok tidak romantis, katanya romansa.
Ya sudah begini.
Aku melepaskanmu,
Perempuan melepaskanku.
Semoga dua-duanya lekas sembuh.
Kalau yang ini untuk pembaca saja.
Ini indah tak ada yang mencinta,
Banyak yang bilang cinta
Namun tidak dengan indah.
Ada yang membalasnya.
Lalu dengan apa?
Perempuan menjawab dengan sederhana.
PERGI SAJA.
Iya mungkin ini dinamakan hukum timbal balik. Untuk itu aku tidak mengejar sesuatu bernama perempuan. Mereka datang, sedang aku tidak siap untuk semuanya. Sampai aku berkata inikah yang dinamakan perempuan-perempuan bandem?.
Aku disini tetap akan menjadi aku bukan berubah menjadi kita untuk berhubungan dan ikatan yang mengikat. Karena memang aku tidak siap untuk memberikan janji-janji untuk membahagikan perempuan perempuan yang mengatakan suka.
Begini ketika aku mengatakan semua keburukan yang pernah kualami pasti akan berubah setelah kukatakan, mungkin tidak terima atau bisa saja langsung membenci. Aku memang benar tidak tau mana yang salah. Ya mudah ceritamu yang salah..
Apa kalian tidak jengkel ketika membaca ini, pasti itu. Sebab ada saja yang berbeda dari hidup. Ketika aku didatangi perempuan-perempuan untuk memgatakan suka, ada yang membalik dengan mengatakan suka pada perempuan-perempuan ini.
Harus dengan apa untuk memutuskan dalam memilih. Ya pasti jawabnya dengan perasaan. Tapi ketika terjadi memilih pasti dengan apa yang terjadi saat itu ketika merasa nyaman..
Akhirnya perempuan-perempuan lebih memilih yang nyaman ketika saat itu juga. Tidak ada yang salah, yang salah itu ketika menolaknya. Jadi salahkan saja aku.
Disini banyak kebohongan yang kulakukan, banyak cerita-cerita yang kubuat seperti halny membuat puisi romansa ketika kuberikan kepada siapa saja yang memesannya.
Begini puisinya.
Aku Mencintaimu,
Perempuanku mencintainya.
Ya sudah, biarkan saja.
Kok tidak romantis, katanya romansa.
Ya sudah begini.
Aku melepaskanmu,
Perempuan melepaskanku.
Semoga dua-duanya lekas sembuh.
Kalau yang ini untuk pembaca saja.
Ini indah tak ada yang mencinta,
Banyak yang bilang cinta
Namun tidak dengan indah.
Ada yang membalasnya.
Lalu dengan apa?
Perempuan menjawab dengan sederhana.
PERGI SAJA.