Langsung ke konten utama

Aku adalah aku, yang berubah itu hatimu.

Ada cerita dan aku sebagai tokohnya, tidak tau mengapa dalang menjadikan aku sebagai bahan ceritanya, dalam titik yang sama mereka mulai membuka cerita-cerita tentang bagaimana cara untuk mendapatkan simpati dari para pendengarnya.dalang berusaha meyakinkan bahwa ada seorang yang selalu bersama merupakan pasangan, tapi mereka tidak pernah mengetahui bahwa yang jauh juga bisa bersama. Titik terendah dari cerita-cerita itu adalah katanya.
Aku, tidak tau darimana dalang mengumpulkan cerita itu, sebab cerita itu merusak otak. Apalagi persahabatan yang terjalin antara mereka, aku adalah aku, kalau menganggap berubah, coba tanyakan kembali pada hatimu, siapa tau hatimu yang telah berubah.
Terimakasih atas peduli dalang karena telah menceritakan aku sebagai tokoh yang sangat protagonis disini, yakin saja setelah membaca cerita-cerita itu mereka akan sangat membenci tokoh ini. Seperti cerita terdahulu, semua cerita yang disajikan akan membuat orang membentuk kebencian, entah dari sisi mana mereka akan membencinya, benci dari hatinya, benci dari sifatnya, benci dari perilakunya, bahkan benci pada dalang yang dengan mudah membuat cerita dengan sengaja.
Intinya benci yang ada adalah diam itu karena aku tidak melawan atau membuka cerita baru, biarkan saja, angin mudah berubah, air mengalir dengan jalan yang ada, dan dalang membuat cerita dengan alasan kebahagiaan aku.
Pertahankan, mungkin tokoh aku sudah banyak membaca cerita-cerita jadi hanya bisa menjaga lewat diamnya. Bahagia itu sederhana, sebab membuat orang lain tersenyum merupakan keistimewaan bagi orang-orang disekitar, coba kamu pikirkan kembali, yang berubah itu hatimu, bukan aku. Berhutang Budi atau sejenisnya merupakan keuntungan menjadi manusia. Sebab manusia itu menjaga, bukan merusak dengan alasan kebahagiaan bersama, itu ada waktunya tersendiri bukan? Karena dalang juga butuh kebahagiaan sendiri bukan bersama.
Setelah berhasil bercerita coba kamu ulang kembali, diam yang diambil tokoh aku adalah kesalahan yang dalang lakukan, potongan puzzle puzzle yang dikumpulkan tidak bisa lagi tersusun rapi karena aksara yang rumpang sedang digeluti kebencian.

Postingan populer dari blog ini

LAPORAN HASIL OBSERVASI KURIKULUM MERDEKA

Pengertian Teks Laporan Hasil Observasi (LHO) Observasi adalah proses untuk mendapatkan sebuah data informasi melalui pengamatan. Nah, hasil pengamatan itu, ditulis dalam laporan, atau teks laporan hasil observasi. Jadi, dengan kata lain, teks laporan hasil observasi adalah teks yang berfungsi untuk memberikan informasi mengenai suatu objek atau situasi, setelah diadakannya investigasi atau penelitian secara sistematis. Teks laporan hasil observasi sering juga disingkat menjadi teks LHO. Tujuan Teks Laporan Hasil Observasi Teks laporan hasil observasi biasanya berisi fakta-fakta yang dapat dibuktikan secara ilmiah. Tujuan teks laporan hasil observasi adalah untuk mendapatkan informasi dan penjelasan rinci mengenai suatu hal dari sudut pandang keilmuan kepada pembaca. Ciri-Ciri Teks Laporan Hasil Observasi Agar kamu lebih mudah membedakan teks ini dengan jenis teks yang lain, berikut ciri-ciri teks laporan hasil observasi yang bisa kamu pahami: 1. Bersifat Objektif Objektif di sini maks...

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Mata Pelajaran: Bahasa Indonesia Fase/Kelas: E / X Materi: Kaidah Kebahasaan Teks Negosiasi Alokasi Waktu: 2 x 45 Menit Capaian Pembelajaran: siswa mampu menganalisis struktur dan kaidah kebahasaan teks negosiasi secara kritis dan kreatif. Ringkasan Materi: Kaidah kebahasaan teks negosiasi umumnya meliputi: Bahasa Persuasif: Bahasa yang digunakan untuk membujuk atau menarik perhatian. Kalimat Deklaratif: Kalimat pernyataan yang memberikan informasi. Kalimat Interogatif: Kalimat tanya. Bahasa yang Santun: Menggunakan kata-kata seperti tolong, silakan, mohon, maaf. Pronomina: Kata ganti orang (saya, kami, Anda, kita). Kalimat Bersyarat: Menggunakan konjungsi seperti jika, kalau, apabila. Tugas 1: Analisis Kaidah Kebahasaan Instruksi: Bacalah teks negosiasi pendek di bawah ini, kemudian identifikasi unsur kebahasaannya ke dalam tabel yang tersedia! Teks: Penjual: "Selamat pagi, silakan dilihat-lihat dulu jaketnya, Kak. Kualitas kulit asli." Pembeli: "Pagi. Wah, bagus ya. Ka...

LKPD: DETEKTIF BIOGRAFI

  LKPD: DETEKTIF BIOGRAFI Mata Pelajaran: Bahasa Indonesia Materi: Ide Pokok & Ide Penjelas Teks Biografi Kelas: X (Sepuluh) Bagian 1: Misi Detektif (Instruksi) "Halo, Detektif Literasi! Tugasmu adalah membedah perjalanan hidup seorang tokoh idola. Gunakan 'Kaca Pembesar' logikamu untuk memisahkan mana batang pohon (Ide Pokok) dan mana daun-daunnya (Ide Penjelas)." Bagian 2: Teks Kasus (Pilih Salah Satu Tokoh) atau Bisa Sesuai dengan Idola Kalian Sendiri.  Opsi A: Jerome Polin (Pendidikan) "Jerome Polin adalah sosok yang mendobrak stigma bahwa matematika itu membosankan. Melalui kanal YouTube-nya, ia membagikan cara cepat mengerjakan soal dengan gaya yang seru. Ia juga membuktikan bahwa kegigihan belajar bisa membawanya meraih beasiswa penuh di Jepang." Opsi B: Pratama Arhan (Olahraga) "Pratama Arhan menjadi inspirasi pesepak bola muda karena kerja kerasnya yang luar biasa. Ia mengawali karier dari sepatu bola yang jebol dan latihan di lapangan desa...