Masih dalam moment lebaran, hal yang paling di inginkan sekarang adalah berkunjung ke sanak saudara, keluarga di kampung atau ke orang terdekat.
Selamat menikmati keindahaan yang terlewatkan, yang merona disela-sela lelah.
Sebelum melakukan perjalanan alangkah baiknya di cek semua apa yang perlu dibawa dan dipersiapkan dan untuk rumah yang di tinggal.
Pemberangkatan dimulai dengan adegan drama seorang anak kecil yang membawa sandal pamannya, sandal yang kiri, ketika meminta sandalnya, anak ini tidak mau memberikan, dengan kesabaran sesorang paman yang sudah pernah mendidik, pamannya menuruti apa kemauan anak ini dengan membututinya di belakang dalam meminta sandalnya kembali. Sesampainya ditempat anak ini pergi membeli sebuah es cream, tidak lama kemudian tanpa drama apapun langsung diberikannya.
Selanjutnya paman ini melanjutkan perjalanan menuju kampung halaman, iya, tempat dengan segela kenangan yang tidak terulang namun mengulang tiap tahunnya. Dalam perjalanannya apes, ban bocor tanpa bilang-bilang. Di tengah jalan dikelilingi rawa waktu maghrib tiba. Tanpa ada apa-apa lagi semua berjalan sesuai keinginan yakni ada yang mambantu walau ban bocor tidak diharapkan sih. Tak jauh beda orang yang menolong juga tau orang yang kukenal. Ketika menanyakan aku berasal darimana.
Selepas itu kembali, melanjutkan perjalanan tak penuh drama kembali. Tak disangka kembali kami bertemu orang yang terpandang memimpin kota. Kamipun menyempatkan foto bersama utk dijadikan moment awal tanpa pemberitahuan tentang hal-hal yang mungkin tidak disadari banyak orang. Salam kasih sayang:pertemuan.